Legenda (anekdot?) kedokteran

Hmm, minum es identik dengan pilek, kalo habis sunatan(khitan/sirkumsisi) gak boleh makan daging/telur, rosella bisa untuk menurunkan tekanan darah, antibiotik identik dengan kerusakan ginjal, makanan ringan menyebabkan batuk pilek?? yah, aneh tapi nyata, di bidang medis/ kedokteran, banyak sekali sugesti/anekdot seperti yang saya tulis di atas, lantas pernahkah kita benar-benar memahaminya atau sekedar merenungi, apakah yang kita dengar/sampaikan adalah benar?? Kadang menggelitik namun menarik untuk ditelisik.
Mari kupas satu per satu.
Legenda No.1. Minum es identik dengan pilek–>NOT TRUE!! jika benar, tentu perusahaan es krim sudah bangkrut, saya 3x sehari minum air es dan paling2 setahun cuma kena episode pilek sebanyak 2 kali. terus?? larangan minum es bagi anak/orang yang sakit batuk pilek ini hanyalah sugesti dari dokter, tidak ada penelitian mutakhir yang mengabsahkannya.🙂
cuma memang, yang harus dikhawatirkan adalah es yang dijual di jalanan..yang kebersihannya diragukan, nha, itu malah akan memperberat penyakit tertentu, misalnya faringitis, secara logika. Namun tidak ada penelitian yang mendukung teori ini. So boys, have fun with ice!😀

Legenda No.2.Kalo habis sunatan(khitan/sirkumsisi) gak boleh makan daging/telur!!
Woops, heran juga darimana teori ini, lha wong daging kan dan telur kan rasanya enak!!hehe,,secara teori, penyembuhan luka membutuhkan banyak komponen. Komponen ini yang paling banyak adalah protein(terkenal juga sebagai zat pembangun). Dan beberapa sumber protein yang mudah didapat adalah dari daging dan telur(hewani). Penyembuhan luka akan dipercepat oleh adanya sediaan protein yang cukup bagi tubuh. Jadi, melarang anak/seseorang untuk tidak makan daging/ telur setelah sunatan sebenarnya adalah kesalahkaprahan. Generalisasi yang umum terjadi adalah dengan makan daging atau telur, maka luka tidak akan kering dan tetap basah!! wel,well, well done for those who spreads this myth!🙂 Pengen lebih cepat sembuh?tambahkan suplemen zinc(seng) dalam makanan anda, dijamin cepat kering!!

Legenda N0.3. Rosella bisa untuk menurunkan tekanan darah

Well, legend yang satu ini mungkin tidak bisa dikatakan salah, tapi terkadang keki juga kan tanya:’dok, tensi saya tinggi, kalo minum rosella (Rosella hibiscus sabdariffa) bisa turun y?'(apa jadinya jika anda sama sekali alergi obat herbal–alergi bukan secara harfiah–dan pasiennya alergi obat medis?? :p). OK, ibu-ibu(bapak-bapaknya gimana?) yang anti obat medis, rosella memang secara penelitian dapat menurunkan tekanan darah sebesar…..(drum rolls)…7 poin (saja)!! –penelitian oleh Diane L. McKay, PhD, dari Tufts University di Boston.jadi jika tekanan darah anda 180/100, maka akan turun menjadi 173/100(hooray…!).  Jadi masih dipertanyakan khasiatnya, karena jika anda mempunyai faktor resiko stroke, rosella tidak akan membantu anda.

Legenda No.4.Antibiotik identik dengan kerusakan ginjal

Pasien :Saya jangan dikasih antibiotik ya dok??

Dokter : Ok, saya kasih kapsul ekstrak bawang saja ya bu??

Pasien: (mengangguk-angguk dengan antusias!)

Dokter : (*sigh…)

Oke, let’s put things straight. Oke, memang tidak ada obat dewa. Semua obat medis mempunyai efek samping. meresepkan dan mengkonsumsi obat antibiotik secara tidak bijaksana dapat berbahaya. Tapi dapatkah kita memecah kultur ini? bahwa infeksi pernapasan akut yang disebabkan virus tidak harus diberi antibiotik  dan dapat sembuh sendiri dalam waktu 7 hari?? Kultur pasien di indonesia adalah mencari dokter yang dapat memberi obat “cesspleng”, jika cuma diberi edukasi  bahwa gejala tersebut akan hilang sendiri dalam waktu 7 hari, dia akan lari ke dokter lain hingga dapat obat yang dimaksudkan tersebut. Dus, adapula pasien yang sangat berhati-hati jika  diresepkan antibiotik. Obat herbal tidak lebih superior dari obat medis, begitu pula sebaliknya. Dan tentunya, seorang dokter sudah harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugian pemakaian antibiotik pada pasien dengan infeksi. Di antara kerugian/efek sampingnya adalah:

* Reaksi alergi

* Berubahnya flora normal bakteri di tubuh

* Terbentuknya super strain bakteri

*interaksi obat–misalnya eritromisin dapat membuat kerja pil KB berkurang.

dan tidak semua antibiotik menyebabkan gangguan ginjal, tercatat kemungkinan hanya aminoglikosida saja yang sangat potensial merusak ginjal.

Legenda no.5 Makanan ringan menyebabkan batuk pilek??

Sangat banyak kontroversi dan simpang-siur mengenai monosodium glutamate(MSG), kandungan inti dari makanan ringan, zat aditif yang membuat Mcd, KFC, dan jaringan makanan cepat saji lainnya mendunia karena “kelezatannya”. Memang ada salah satu sumber yang mengatakan salah satu tanda toksisitas MSG adalah batuk dan pilek(berdasar buku dari Dr. Blaylock dan Dr. Schwartz. Batuk karena toksisitas/keracunan MSG ini sifatnya batuk yang gatal. Jadi tidak ada salahny, anda membatasi konsumsi MSG pada anak anda.

This entry was posted in Medis.

7 comments on “Legenda (anekdot?) kedokteran

  1. Cahya says:

    Gimana kalau yang disuntik pasti lebih cepat sembuhnya? (*serasa mantap*)😀

  2. Gunawan Wisnu says:

    woiya,hehe…emang ntu udah mendunia, suntik IM bokong kanan-kiri..ckckck, pada gak tau apa klo bisa anafilaksis??

  3. Cahya says:

    He he…, tenang ga segitunya kali, paling ga dah sedia antidotum dulu (weh… kutaruh di mana ya?)😀

    Btw, koq cuma aku yang ngasih comment di sini. Mana Niar-Kun dkk?

  4. sibermedik says:

    wah keren nih tulisannya.. nais inpo,Gan!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s