Sendok Teh versus Sendok makan?

Dalam memberikan obat dalam bentuk sirup per oral, sering dokter menulis dalam resepnya:
**Signa 3 d.d 1 cth atau Signa 3 d.d 1 C**
, yang kurang lebih berarti ,” berikan 3 kali satu hari 1 sendok teh(cth)” atau ” berikan 3 kali satu hari 1 sendok makan”. Notasi ini telah ada sejak berratus tahun lamanya dan telah memudahkan komunikasi antara dokter dan farmasi.
Mari kita merenungi sejenak, baik kita (terutama)sebagai dokter maupun sebagai konsumen. Katakanlah kita (dokter) akan memberikan amoksisilin sirup yang ada di pasaran dengan dosis 125 mg/5 mL,sedangkan pasien kita memiliki berat 10 kg. Maka perhitungannya adalah :
– Dosis amoksisilin: 15 mg/KgBB/kali
– Dosis yang harus diberikan : 150 mg/kali
kemudian kita memberikan resep sebagai berikut:
– Amoksisilin syr fl I(dengan catatan 125mg/5mL)
*S 3 dd 1,5 cth
Pertanyaannya, apakah kira2 notasi ini sudah cukup?
Saya berpikir sejenak, notasi cth(sendok teh) dalam bayangan saya adalah sendok teh yang biasanya saya temui di warung-warung yang menjual es teh/es jeruk. Dan mayoritas orang jika ditanya yang mana kah sendok teh? maka jawabannya adalah sendok yang saya maksud di atas. Nah, apakah anda sekalian berpikiran yang sama? jika sama, maka tetunya dosis yang diinginkan tidak tercapai!

Cochlear tea adalah notasi bahasa latin yang dibawa oleh orang-orang Eropa ke indonesia. Dan karena postur anatominya yang berbeda(lebih besar), tentu saja orang-orang Eropa mempunyai standar takaran yang disesuaikan dengan anatomi mereka. Salah satunya adalah sendok teh itu. Percaya gak percaya, sendok teh yang dimaksud bagi orang-orang Eropa adalah sendok makan kita! Coba bandingkan antara sendok obat yang ada di bungkus sirup obat pada anak-anak dan sendok makan kita. Jika diisi penuh, maka isinya sama dengan sendok makan kita, persis 5 cc!
Jadi, lain kali, jika ingin memberikan obat yang ternyata tidak disertai sendok obat khusus dalam kemasannya, pastikan untuk menulis C(cochlear) bukannya cth(cochlear tea)!

About these ads

11 comments on “Sendok Teh versus Sendok makan?

  1. Cahya says:

    Ha ha…, kuharap di masa mendatang mereka tidak menambahkan sendok sup… :D (jadinya cs gitu)

  2. Terima kasih untuk pemberitahuannya, Dok. Selama ini saya selalu menulis cth. Mana saya tahu bahwa cth versi Eropa beda dengan cth kita? Dosen saya dari mata kuliah Farmasi tidak menyebut-nyebut itu. Jadi dengan santainya saja saya menulis cth untuk pasien-pasien saya. Wah, ternyata selama ini kita salah kaprah ya..

    • pushw2kplay says:

      saya juga baru tahu dari rekan sejawat,,tp gak perlu browsing pustaka pun dengan percobaan sederhana bisa ketahuan kalo ternyata sendok teh orang eropa adalah sendok makan kita sehari-hari.begitu….

  3. bksuken says:

    Ada sendok makan, sendok teh, sendok takar juga sendok sup…, emang dokter jualan sendok juga ya :D
    *Mode Joke ON*

  4. Abu Risna says:

    Bapak-bapak semua.. Saya orang awam yg kebetulan sedang bingung dengan dosis sirup utk anak saya. Anak saya sejak lama sakit batuk yg tidak sembuh-sembuh. Berbagai obat mulai antibiotik, utk bronchitis dan lain-lain sampai ke herbal. Ada kesalahan saya ternyata ttg masalah dosis. Selama ini saya pakai sendok teh sbg standar dan kalaupun pakai sendok sertaan obat/sirup saya pakai separonya.. Ini sebenarnya memalukan..
    Bagaimana kalau resep-resep itu memunculkan jumlah cc-nya atau ml-nya biar lebih pasti?.. Saya yakin kejadian saya juga menimpa berjuta-juta orang awam lain…
    Maaf atas komentar saya, yg sebetulnya saya yakin Bapak-bapak sudah berjuang menyelamatkan ummat manusia.

    Salam – Abu Risna

    • Gunawan Wisnu says:

      salam kenal pak Abu,
      Memang sebagai dokter, sudah seharusnya lah memberikan informasi yang selengkap2nya kepada pasien mengenai dosis obat, posology, dan hal-hal terkait. Namun demikian, tidak semua dokter “aware” dengan hal yang mungkin bagi sebagian dokter dianggap “remeh-temeh” dikarenakan mungkin pasiennya terlalu banyak ngantri sehingga tidak sempat edukasi. Saya pun kaget bapak ketika pertama kali mengetahui hal ini dari teman sejawat senior saya. Sendok teh bukanlah sendok teh yang kecil itu. Tapi ya sendok makan kita sehari2. hehehe…
      Jadi disini ada kesenjangan pengetahuan dokter dan pasien. Ketika dokter menuliskan ,” 3 kali 1 sendok teh” , maka yang dimaksudkan adalah 3 x 1 takaran 5 mL. Sedangkan pasien menganggap sendok teh adalah sendok teh sehari2 yang takarannya kurang dari 5 mL.
      Problemnya adalah, tidak lazim menuliskan pada resep 3 x 5 mL bapak. Notasi dalam resep adalah suatu rumus baku dari bahasa latin yang sudah tidak bisa diubah-ubah. Di sini lah letak kedokteran sebagai suatu seni bapak. Ketika dokter menuliskan resep, di kepalanya sudah terpikirkan berapa dosis yang dibutuhkan pasien. Namun, lagi2, karena mungkin kekurangkritisan dokter tersebut sehingga menganggap 1 takaran sendok teh = 5 mL. Ada baiknya bapak meminta sendok takaran di apotek jika diberi obat sirup yang tidak disertai sendok takaran. Dan saya mengajak rekan-rekan sejawat dan kepada semua pembaca budiman untuk membuktikan apakah 1 sendok teh eropa yang notabene adalah sendok makan kita sehari-hari = 5 mL! mari buktikan!

  5. Tedjo Putranto says:

    Jadi, kalau di label obat saya tertulis 3 x 1 sdk makan, apakah maksudnya 3 x 5ml ataukah 3 x 10 ml (Apakah ukuran sendok makan orang eropa = 10ml?).
    – Terimakasih.

    • Gunawan Wisnu says:

      nha ini hanya masalah persepsi. Tentu yang dimaksud sang dokter adalah 3 x 5 mL,,karena masih banyak yang belum paham, tetapi sebenarnya secara teori yang benar bukanlah seperti itu. Persepsi dokter kebanyakan adalah sendok makan= yang 5 mL, padahal sebenarnya bukan.

      Lagi pula bapak, konsep memberi obat dengan notasi 3×1;2×1;2×2 sekarang sudah seharusnya ditinggalkan para dokter. Sebaiknya ditulis misalnya tiap 8 jam, tiap 6 jam dsb, karena kadang distribusi frekuensi minum obat tidak sama, tetap 3×1 tapi minumnya jam 7 pagi, jam 12 siang, jam 8 malam, hal ini tidak memberikan kadar di atas mic(minimum inhibitory concentration) pada saat misalnya kita sedang tidur di malam hari. semoga bermanfaat.

  6. Andi says:

    memang di Indonesia ini paling caggih.. sampai obat aja jargon-nya gak baku.. sendok the sendok makan..padahal itu obat yg harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yg direkomendasikan.. kalau banjir pun di Indonesia ukurannya semata kaki, sebetis, sedengkul, sepinggang, sedada.. memang kita masih perimitif gak punya ukuran yg tepat yahh ..nasip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s